Sabtu, 28 September 2013

Daun katuk

Oleh: KEDAI Aisyah


Siapa coba yang tidak kenal dengan daun katuk? ehhmmm...paling enak dibikin sayur bening. Apalagi untuk 'emak-emak' yang sedang menyususi, daun ini paling digemari. berkenalan lebih dekat dengan daun katuk yuk....

Dengan nama latin Sauropus androgynuuns masyarakat Indonesia lebih mengenal tanaman ini dengan nama katuk, daun nya sering dimanfaatkan sebagai sayuran. Selain dapat digunakan sebagai sayuran tanaman ini memiliki segudang manfaat, tetapi  manfaat yang paling sering biasanya digunakan sebagai pelancar ASI. Manfaat ini bukan hanya perkiraan belaka, telah banyak penelitian yang membuktikan manfaat tanaman ini. Sejak  dahulu daun katuk sudah dipakai sebagai peningkat produksi ASI karena daun katuk bersifat laktogogum alias merangsang produksi air susu  dan antipiretik.

Secara turun temurun daun katuk terbukti dan sangat diyakini sebagai pelancar ASI, selain itu daun katuk juga dipakai untuk obat demam, peluruh seni, bisul, luka, dan pembersih darah. 

Berikut beberapa penelitian tentang daun katuk:

  • Pemberian infuse kepada mencit betina menyusui (telah melahirkan) selama 15 hari, 2 kali sehari, setiap kali 0,5 ml/ekor mencit secara oral. Menunjukkkan perbedaan bobot badan bayi mencit secara nyata disbanding control negative dengan efek maksimal pada hari ke-13.
  • Penelitian pengaruh pemberian infuse daun katuk terhadap produksi  air susutelah dilakukan melalui pengamatan gambaran histology kelenjar susu mencit betina yang menyusui. Penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara kelompok perlakuan dan control negative pada jumlah asini dalam lobules asimus kelenjar susu mencit.
  • Pada uji klinis yang melibatkan para ibu menyusui, pemberian ekstrak daun katuk dilaporkan mempunyai efek meningkatkan jumah ASI dibanding kelompok kontrol. 
Bukti Ilmiah
Daun katuk kaya protein, vitamin, dan diketahui juga mengandung steroid. Protein berkhasiat merangsang peningkatan sekresi air susu, sedangkan steroid dan vitamin A berperan merangsang proliferasi epitel alveolus sehingga terbentuk alveolus yang baru. Dengan demikian terjadi peningkatan jumlah alveolus dalam kelenjar ambing.  Otomatis produksi air susu yang dihasilkan akan meningkat


Literatur:

Dirjen POM  Depkes RI. 2000. Acuan Sediaan Herbal. Ed-1. Jakarta 
Redaksi Trubus. 2010. Herbal Indonesia Berkhasiat: Bukti Ilmiah & Cara Racik. Info Kit Vol. 08. PT. Penebar  Swadaya

Tidak ada komentar: