Oleh: KEDAI Aisyah
Siapa coba yang tidak kenal dengan daun katuk? ehhmmm...paling enak dibikin sayur bening. Apalagi untuk 'emak-emak' yang sedang menyususi, daun ini paling digemari. berkenalan lebih dekat dengan daun katuk yuk....
Dengan nama latin Sauropus
androgynuuns masyarakat Indonesia lebih mengenal tanaman ini dengan nama
katuk, daun nya sering dimanfaatkan sebagai sayuran. Selain dapat digunakan
sebagai sayuran tanaman ini memiliki segudang manfaat, tetapi manfaat yang paling sering biasanya digunakan
sebagai pelancar ASI. Manfaat ini bukan hanya perkiraan belaka, telah banyak
penelitian yang membuktikan manfaat tanaman ini. Sejak dahulu daun katuk sudah dipakai sebagai
peningkat produksi ASI karena daun katuk bersifat laktogogum alias merangsang
produksi air susu dan antipiretik.
Dengan nama latin Sauropus
androgynuuns masyarakat Indonesia lebih mengenal tanaman ini dengan nama
katuk, daun nya sering dimanfaatkan sebagai sayuran. Selain dapat digunakan
sebagai sayuran tanaman ini memiliki segudang manfaat, tetapi manfaat yang paling sering biasanya digunakan
sebagai pelancar ASI. Manfaat ini bukan hanya perkiraan belaka, telah banyak
penelitian yang membuktikan manfaat tanaman ini. Sejak dahulu daun katuk sudah dipakai sebagai
peningkat produksi ASI karena daun katuk bersifat laktogogum alias merangsang
produksi air susu dan antipiretik.
Secara turun temurun daun katuk terbukti dan sangat diyakini
sebagai pelancar ASI, selain itu daun katuk juga dipakai untuk obat demam,
peluruh seni, bisul, luka, dan pembersih darah.
Berikut beberapa penelitian tentang daun katuk:
- Pemberian infuse kepada mencit betina menyusui (telah melahirkan) selama 15 hari, 2 kali sehari, setiap kali 0,5 ml/ekor mencit secara oral. Menunjukkkan perbedaan bobot badan bayi mencit secara nyata disbanding control negative dengan efek maksimal pada hari ke-13.
- Penelitian pengaruh pemberian infuse daun katuk terhadap produksi air susutelah dilakukan melalui pengamatan gambaran histology kelenjar susu mencit betina yang menyusui. Penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara kelompok perlakuan dan control negative pada jumlah asini dalam lobules asimus kelenjar susu mencit.
- Pada uji klinis yang melibatkan para ibu menyusui, pemberian ekstrak daun katuk dilaporkan mempunyai efek meningkatkan jumah ASI dibanding kelompok kontrol.
Daun katuk kaya protein, vitamin, dan diketahui juga mengandung steroid. Protein berkhasiat merangsang peningkatan sekresi air susu, sedangkan steroid dan vitamin A berperan merangsang proliferasi epitel alveolus sehingga terbentuk alveolus yang baru. Dengan demikian terjadi peningkatan jumlah alveolus dalam kelenjar ambing. Otomatis produksi air susu yang dihasilkan akan meningkat
Literatur:
Dirjen POM Depkes RI. 2000. Acuan Sediaan Herbal. Ed-1.
Jakarta
Redaksi Trubus.
2010. Herbal Indonesia Berkhasiat: Bukti Ilmiah & Cara Racik. Info Kit Vol.
08. PT. Penebar Swadaya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar